Milad Muhammadiyah ke-113: Momentum Muhasabah, Penguatan Ukhuwah, dan Aksi Nyata

Selong, Realitaslombok ( 24/11/2025 )- Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 di Lombok Timur berlangsung hangat dan penuh inspirasi. Acara yang dipusatkan di Pusat Perguruan Muhammadiyah Lombok Timur, Selong, dihadiri oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah, pemerintah daerah, serta tokoh-tokoh ormas Islam.
Ketua Panitia, Dr. Fathurrijal, dalam laporan pembukaannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Milad telah diisi dengan berbagai agenda pra-acara. “Sebelum hari-H, kita telah melaksanakan sejumlah kegiatan seperti lomba tahfiz, kunjungan ke lapas, dan berbagai aktivitas pembinaan lainnya,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperluas kebermanfaatan Milad bagi masyarakat.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur, Roma Hidayat, ST, menekankan bahwa nilai-nilai Islam sejatinya harus menjadi role model bagi dunia. Ia mengingatkan bahwa banyak negara maju mengadopsi nilai universal yang justru dekat dengan ajaran Islam.
“Index kebahagiaan Indonesia masih berada di posisi tengah. Idealnya, Islam tampil sebagai role model sesuai tema Milad tahun ini,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kehadiran para tamu undangan yang menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap Muhammadiyah.
Wakil Bupati Lombok Timur dalam sambutannya menyoroti pentingnya keselarasan program pusat dan daerah dalam mempercepat kesejahteraan. Ia menegaskan keberadaan 17 instruksi presiden, termasuk program strategis Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Pergerakan ekonomi dari MBG sangat signifikan. Di Lotim sudah ada sekitar 100 dapur Koperasi Merah Putih, dengan satu titik bernilai hingga Rp3 miliar dari bank Himbara,” jelasnya.
Ia juga menyoroti peran Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda dalam memutus rantai kemiskinan, di samping penguatan ketahanan pangan, energi, dan daya tahan UMKM menghadapi berbagai krisis.
Dalam sesi utama, Ketua PW Muhammadiyah NTB, Dr. TGH. Falahuddin, S.Ag, M.Ag, menyampaikan pesan mendalam bahwa Milad ke-113 tidak hanya dipusatkan di Yogyakarta, tetapi juga diselenggarakan di banyak titik strategis di berbagai daerah sebagai bentuk perluasan dakwah dan penguatan literasi keislaman.
Ia mengingatkan kembali metode dakwah KH. Ahmad Dahlan tentang Surat Al-Ma’un. “Saya akan terus mengulang ayat ini sampai anak-anak terlantar, orang miskin punya pakaian, bisa makan, dan hidup layak,” tegasnya.
Pada kesempatan yang penuh kekhidmatan itu, doa bersama dipimpin oleh TGH. Yusuf Ma’mun dari Ormas NWDI, yang sekaligus menjadi simbol kuatnya ukhuwah dan kebersamaan antar-ormas Islam di NTB. Suasana doa membuat resepsi semakin hangat dan penuh berkah.
Dalam sambutannya, Dr. Falahuddin juga menyoroti masih rendahnya sinergi antar-dinas di NTB serta dominannya ego sektoral dalam melaksanakan pembangunan kesejahteraan masyarakat.
“Kesejahteraan itu lahir dari kolaborasi,tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, ” ujarnya. Ia mengajak seluruh elemen Muhammadiyah menjadikan Milad 113 ini sebagai momentum muhasabah, terutama untuk membedakan mana aspek budaya-historis dan mana ibadah mahdhah, “Jangan semua hal disebut bid’ah. Jadikan perbedaan sebagai ruang perjumpaan,ruang elaborasi,sinergi, kerjasama”.
Ia kemudian menekankan dua pesan penting bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam secara luas:
1. Perkuat ukhuwah wathaniyah dan bashariyah, karena perbedaan merupakan karunia yang memperkaya.
2. Mensyukuri nikmat dengan memelihara dan memanfaatkannya secara maksimal, sehingga melahirkan keberkahan.
“Milad ke-113 ini harus menjadi momentum saling mendukung dan bergerak lebih progresif demi kemajuan umat,” tutupnya.
Resepsi ditutup dengan semangat optimisme agar Muhammadiyah terus memperkuat kontribusinya bagi masyarakat, bangsa, dan kemajuan peradaban.(SN)










