Sambut 1 Muharram 1448 H, Masyarakat Desa Midang “Begawe Bleq”

Realitaslombok– Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 mendatang, masyarakat bersama pemuda Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar perayaan bertajuk “Begawe Beleq”.
Acara ini resmi dibuka ditandai pemukulan gendang beleq oleh Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid, disambut suguhan tarian tradisional khas Suku Sasak tersebut.
Sebagai informasi, tarian gendang beleq merupakan musik orkestra sakral di Lombok. Nama “beleq” sendiri berasal dari bahasa Sasak yang berarti besar, merujuk pada alat musik utama penari berupa gendang jumbo dari kayu berlapis kulit hewan.
Anggota Komisi II DPR RI terpilih dari dapil NTB II Pulau Lombok, H. Fauzan Khalid, menyambut baik inisiatif warga dan pemuda Desa Midang. Menurut Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024) ini, hajatan tersebut memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Muslim.”Tradisi ini tidak sekadar perayaan pergantian tahun, tetapi juga sebagai sarana penting untuk merefleksikan diri, mempererat silaturahmi, dan melestarikan nilai-nilai keislaman,” ujar Fauzan.
Ia menambahkan bahwa 1 Muharram menandai peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada 622 Masehi. Secara spiritual, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi diri (muhasabah) demi meningkatkan kualitas ibadah.
Dalam sambutannya, mantan Ketua KPU NTB (2008-2013) tersebut memaparkan tiga aspek utama dalam memaknai Tahun Baru Islam:
Tonggak Sejarah Islam:
Penetapan kalender Hijriah diprakarsai oleh Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 17 Hijriah. Peristiwa hijrah dipilih sebagai awal penanggalan karena menjadi titik tolak kejayaan kaum Muslimin.
Bulan yang Dimuliakan:
Muharram merupakan salah satu dari empat bulan suci (bulan haram). Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah karena pahalanya dilipatgandakan.
Spirit Hijrah:
Momentum untuk berpindah dari keburukan menuju kebaikan, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.“1 Muharram 1448 Hijriah adalah momentum penting bagi kita umat Islam untuk transformasi diri ke arah yang lebih baik, mengevaluasi ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta memulai resolusi hidup yang lebih bermakna,” pungkas Fauzan.









