Ekonomi, BisnisUTAMA

Buka Pasar Internasional, Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026 Resmi Digelar di Bali

Realitaslombok, Bali — Produk ekonomi kreatif Indonesia bersiap menembus panggung dunia melalui gelaran Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026 yang resmi dibuka pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Berlangsung hingga tiga hari ke depan (1–3 Oktober 2026) di Atrium Bali Collection, Nusa Dua, Bali, festival internasional ini dirancang khusus untuk memperluas jejaring bisnis global dan memperkenalkan cerutu nusantara ke pasar internasional.

ICF 2026 menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi kreatif. Festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran tembakau, melainkan sebuah ruang kolaborasi lintas industri yang memadukan cerutu premium dengan sektor fashion, otomotif, musik, UMKM, serta industri hospitality dan pariwisata Bali.

Sejumlah produsen cerutu legendaris tanah air turut ambil bagian untuk memamerkan produk terbaik mereka, di antaranya PTPN 3 (Persero) dari Deli (Sumatra), Dos Hermanos (Kudus), Tarumartani (Yogyakarta), hingga Basuki Raya Cigar (Jember). Kehadiran raksasa industri lokal ini menjadi strategi utama dalam membuka peluang networking berskala global.

Ketua Pelaksana ICF 2026 sekaligus Ketua Bali Promotion Board, Opa Ewin, menegaskan bahwa festival ini merupakan jembatan diplomasi ekonomi untuk memperkuat hubungan dagang Indonesia dengan negara-negara sahabat.

“Kami ingin membangun sinergi yang lebih besar antara Indonesia dan negara-negara sahabat melalui cerutu-cerutu unggulan yang dipamerkan serta business forum selama acara berlangsung. Kami berharap produk Indonesia dapat semakin dikenal dan mendapat tempat di pasar global,” ujar Opa Ewin.

Pemilihan lokasi di kawasan elit Nusa Dua juga dinilai sangat strategis untuk mempertemukan para produsen lokal langsung dengan wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di Bali.

Kolaborasi Lintas Subsektor Ekraf dan Raksasa Jerman

Untuk memperkuat daya saing global, ekonomi kreatif Bali turut unjuk gigi dalam perhelatan ini. Pengunjung disuguhkan dengan peragaan busana (fashion show) dari Samara serta pameran karya otomotif bernilai seni tinggi dari Tuksedo Studio Bali asal Gianyar.

Langkah konkret ICF 2026 dalam memperluas pasar internasional dibuktikan melalui kolaborasi resmi dengan InterTabac – Messe Dortmund, Jerman, penyelenggara eksibisi tembakau internasional terbesar dunia yang telah eksis sejak 1978.

“Kami bersyukur ICF 2026 menjadi salah satu agenda kolaboratif awal dengan InterTabac. Ke depan, saya berharap event ini dapat berkembang menjadi agenda tahunan ITDC Nusa Dua Bali sekaligus menjadi salah satu event industri cerutu terbesar untuk kawasan Asia,” tambah Opa Ewin.

Selain fokus pada penetrasi pasar global, festival ini tetap menghadirkan hiburan menarik lewat perpaduan musik dan budaya. Sederet musisi papan atas seperti Gugun Blues Shelter featuring Dewa Budjana, Vimaz, dan Ganzerlana dijadwalkan mengisi panggung acara. Sementara itu, rapper Ecko Show dipastikan akan membakar semangat malam penutupan dengan membawakan lagu hitnya seperti “Veronika” dan “Tor Monitor”.

Pihak penyelenggara optimistis ICF 2026 akan memberikan dampak domino (multiplier effect) bagi perekonomian Bali melalui peningkatan kunjungan turis, aktivitas perdagangan, serta terbukanya peluang kerja sama baru bagi pelaku UMKM, ritel, dan perhotelan.

Bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang ingin menyaksikan langsung sinergi kreativitas, budaya, dan bisnis internasional ini, ICF 2026 terbuka gratis untuk umum tanpa tiket masuk hingga Sabtu, 3 Oktober 2026.

Back to top button