Berawal dari Reuni, Alumni SMAN 1 Pemalang Angkatan 88 Kini Kelola 15 Fasilitas Pendidikan dan Ponpes Lansia


Realitaslombok – Siapa sangka, berawal dari sekadar ajang kumpul-kumpul dan reuni, ikatan alumni SMA Negeri 1 Pemalang, Jawa Tengah, angkatan 1988 (Ganissa 88) berhasil membangun jejaring pendidikan yang masif. Melalui Yayasan Al Asma 88 Pemalang, mereka kini telah mengoperasikan 15 fasilitas pendidikan keagamaan yang tersebar hingga ke luar daerah.
Hingga Desember 2025, yayasan yang didirikan sejak tahun 2018 ini tercatat telah membangun 9 Pondok Pesantren (Ponpes), 4 Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), dan 2 Rumah Tahfidz. Keberadaannya tidak hanya berpusat di Kabupaten Pemalang, namun telah merambah hingga ke Bekasi, Jawa Barat, dengan total santri mencapai 1.000 orang.
Inovasi Pondok Pesantren Khusus Lansia
Salah satu inisiator sekaligus alumni, Yuli Utomo, SH., MH., mengungkapkan bahwa salah satu keunikan dari yayasan ini adalah fokusnya pada pendidikan lansia. Dari total santri yang ada, sekitar 450 orang merupakan santri lanjut usia.
“Kenapa pondoknya khusus lansia? Karena kalau untuk anak-anak sudah biasa. Kami melihat belum banyak tempat belajar mengaji yang khusus mewadahi para lansia, sehingga kami berinisiatif membangunnya,” ujar Yuli Utomo yang juga seorang advokat di Bali, saat ditemui di Denpasar, Selasa (23/12/2025).
Pria yang baru saja dinobatkan sebagai lulusan terbaik Magister Ilmu Hukum Universitas Ngurah Rai ini menambahkan, semangat ini lahir dari kebersamaan sekitar 300 alumni. “Sebagian dari rekan-rekan kami saat ini sudah meninggal dunia, namun semangat kebersamaannya terus kami lanjutkan melalui yayasan ini,” imbuhnya.
Perjalanan Panjang: Dari Iuran Sukarela Hingga Badan Hukum
Kiprah sosial ini tidak terjadi dalam semalam. Ide mulia tersebut mulai mengkristal saat reuni tahun 2010. Para alumni kemudian rutin menggalang dana melalui iuran sukarela setiap acara halal bihalal.
Langkah nyata pertama dimulai pada tahun 2014 dengan berdirinya TPQ Al Asma 1 di Desa Nyamplungsari, Petarukan, Pemalang. Setahun kemudian, mereka berhasil membangun mushola di lokasi yang sama.
Melihat antusiasme yang besar, para alumni sepakat melegalkan gerakan ini. Pada tahun 2018, Yayasan Al Asma 88 Pemalang resmi mendapatkan pengesahan badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan Manifas Zubayr dan operasional oleh Fajar Riyanto, pembangunan fasilitas terus dipacu hingga mencapai 15 titik saat ini.
Sejarah Baru: Wisuda Perdana Hafidz 30 Juz
Tepat pada tanggal 25 Desember 2025 besok, yayasan ini akan mencetak sejarah baru dengan menggelar wisuda perdana bagi para penghafal Al-Quran (Hafidz) 30 juz.
Sebanyak enam santri akan diwisuda, yakni Muhammad Husain (15), Muhammad Hasan (15), Husen Nur Ali (15), Baqiyatus Sholihah (16), Muthiyatuz Zakiyah (17), dan Fathimatusy Syakwa (15).
“Kami sangat bersyukur, setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya ada anak-anak dari pondok kami yang berhasil Hafidz Qur’an 30 juz dan siap diwisuda,” pungkas Yuli Utomo.
Kisah dari alumni SMAN 1 Pemalang ini menjadi bukti nyata bahwa semangat solidaritas sekolah jika dikelola dengan manajemen profesional melalui Yayasan Resmi dapat memberikan dampak sosial yang luar biasa bagi masyarakat luas.***










