Adat & BudayaDaerahEkonomi, BisnisUTAMA

Sukses Gaet Wisdom Kini Genjot Gaet Wisman, Pengelola Pantai Pandawa Kenalkan Fasilitas Privat

Realitaslombok – Pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) Pantai Pandawa di Kabupaten Badung, Bali, terus melakukan inovasi guna memperluas pasar pariwisata. Sukses menarik ribuan wisatawan domestik setiap harinya, kini pengelola fokus membidik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dengan membangun fasilitas khusus yang lebih privat.

Bidik Pasar Wisman Lewat Zona Eksklusif Pantai Timbis

Pantai Pandawa mencatat rata-rata kunjungan harian mencapai 3.000 orang, dan melonjak berlipat ganda saat musim libur sekolah. Meski demikian, pengelola belum puas karena struktur penikmat pantai yang dahulu dikenal sebagai secret beach ini masih didominasi oleh wisatawan domestik. Porsi wisman sebelumnya hanya berada di angka 30 persen.

Untuk meningkatkan angka tersebut, pengelola sejak beberapa tahun terakhir mulai membangun fasilitas yang lebih ramah turis asing di sisi timur Pandawa, yaitu Pantai Timbis. Di kawasan ini, dikembangkan zona eksklusif yang menyajikan kenyamanan, suasana tidak terlalu ramai, dan berkualitas bagi wisman.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Pantai Pandawa, Dr. I Wayan Duarta, mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas seperti restoran, tempat hiburan, dan Cafe Timbis sudah ada yang selesai digarap.

“Fasilitas yang ada masih harus ditambah karena antusiasme wisatawan asing ke tempat ini cukup tinggi. Khusus di Cafe Timbis, pemasarannya memang lebih banyak menyasar asing,” ujar Duarta.

Sama seperti sejarah awal pembukaan akses Pantai Pandawa dengan membelah bukit, pembangunan fasilitas di Pantai Timbis ini kembali mengandalkan inisiatif dan pembiayaan mandiri dari desa adat.

“Iya, pembiayaan infrastrukturnya oleh Desa Adat Kutuh. Uangnya dari mana-mana harus dicari,” tegas Bendesa Adat Kutuh, Wayan Mesir.

Strategi Kreatif Hadapi Gejolak Geopolitik Global

Langkah ekspansi ini juga menjadi strategi jitu manajemen DTW Pantai Pandawa dalam menyikapi situasi pariwisata global yang dinamis, termasuk dampak gejolak geopolitik di wilayah Timur Tengah.

Dr. I Wayan Duarta menekankan bahwa pelaku industri pariwisata harus melihat situasi sulit saat ini sebagai tantangan untuk lebih kreatif membaca potensi pasar yang ada. Saat ini, Pandawa memetakan tiga pasar besar yang dinilai tidak terpengaruh oleh konflik dunia, yaitu China, India, dan Australia, di samping pasar Asia Tenggara seperti Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

“Buktinya sekarang DTW Pandawa banyak dikunjungi wisatawan dari China, Malaysia, dan India dalam jumlah besar. Terjadi pergeseran pasar di Pandawa dan kunjungan wisman ke sini naik terus,” tambahnya.

Pergeseran pasar ini dikonfirmasi oleh Manager Pantai Pandawa, I Wayan Letra. Ia mencatat adanya kenaikan kunjungan wisman sebesar 60 persen, di mana angka kunjungan wisman yang pada tahun 2025 berada di bawah 1.000 orang per hari, kini telah melampaui 1.000 orang per hari.

Sebaliknya, wisatawan domestik justru mengalami penurunan hingga 75 persen. Hal ini dipicu oleh kebijakan pembatasan perjalanan dan peniadaan kegiatan study tour di sejumlah daerah, sehingga total rata-rata kunjungan harian gabungan turun menjadi 3.000 orang dari yang sebelumnya 4.000 orang per hari.

Ancaman Abrasi Jadi Pekerjaan Rumah Besar

Di tengah tren positif kenaikan kunjungan wisman, pengelola Pantai Pandawa kini dihadapkan pada tantangan alam yang serius, yakni ancaman abrasi pantai yang intensitasnya meningkat tajam tahun ini akibat pergeseran arus laut.

“Kondisi yang lebih memprihatinkan saat ini adalah pasir yang tergerus. Dahulu pasir Pantai Pandawa sangat bagus. Kini akibat abrasi, pasir tergantikan oleh karang-karang,” ungkap I Wayan Letra.

Menurut Letra, Pantai Pandawa mendesak membutuhkan pembangunan struktur penahan pasir (groyne) agar wajah pantai tidak terus memburuk. Pihak pengelola berharap Pemerintah Kabupaten Badung dapat segera turun tangan memberikan bantuan infrastruktur penahan abrasi tersebut. Saat ini, pengajuan anggaran penataan kios ke arah timur dan penahan abrasi masih dalam proses.

Sembari menunggu realisasi anggaran pemerintah, Desa Adat Kutuh bergerak cepat melakukan perbaikan mandiri pada fasilitas wantilan sebagai ruang rest area serta melakukan perbaikan stan dagangan UMKM. Pihak manajemen juga meluncurkan langkah jangka pendek berupa promo tiket masuk gratis menyaksikan Tari Kecak untuk mendongkrak kembali kunjungan wisatawan.

Back to top button